[REVIEW] CAREER FIRST, Melangkah Pasti ke Dunia Kerja

00.18.00

Kali ini , saya diberi kesempatan untuk mereview salah satu buku karier atau pengembangan diri dari Gagas Media yang berjudul ‘CAREER FIRST’ dari Mbak Maya Arvini. *Review ini saya tulis berdasar sudut pandang saya sebagai pembaca, yang masih menempuh jenjang perkuliahan.*


Penulis: Maya Arvini
Penerbit: Gagas Media
Tebal: xviii + 202 halaman


Sekilas mengenai penulis
Maya Arvini, berlatar belakang keadaan ekonomi orangtuanya yang sangat sederhana, tak disangka saat ini telah mendapatkan berbagai penghargaan atas kariernya baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti Young Women Future Business Leader. Mbak Maya sukses berkarier di perusahaan TI terbesar di dunia, yaitu IBM Indonesia dan Microsoft Indonesia. Di mulai dari jenjang sekolah, Mbak Maya telah menunjukkan prestasinya sebagai juara berbagai kompetisi, serta aktif di berbagai organisasi sekolah maupun kampusnya.Gelar cum laude double degree ia dapatkan dari Fakultas Pertanian tahun 2003 dan Fakultas Ekonomi tahun 2004 Universitas Padjajaran Dn lulusan terbaik Magister Manajemen Universitas Indonesia.

--------------------------------

Buku ini menceritakan pengalaman perjalanan kariernya, di mulai dari masa sekolah, sekaligus sebagai panduan bagi para pendaki karier yang ingin mengembangkan kariernya hingga ke dunia professional. Tak hanya untuk pekerja, buku ini juga bisa menginspirasi fresh graduate, mahasiswa, juga siswa SMA yang akan menerjang dunia kerja/karier.

Penulis percaya bahwa ada banyak faktor dalam hidup kita yang berpengaruh terhadap pencapaian kesuksesan di usia muda, mulai dari keluarga, sekolah, lingkaran pergaulan, hingga role model yang menginspirasi.

Dari banyak quotes yang ditampilkan dalam buku ini, berikut ini beberapa qoutes yang menarik dan ingin saya tuliskan disini.
“No matter how far you walk, how hard you work, or how bad it hurts, you’ll always get to where you need to be” – unknown
“Success is going from failure to failure without losing enthusiasm.” – Winston Churcill
“Success people are not gifted; they just work hard, then success on purpose.” – GK Nielson
“Success is steady progress toward one’s personal goals.” – Jim Rohn
“Mulailah menentukan prioritas dalam kehidupan. Itulah kunci sukses  saya semasa sekolah” – Maya Arvini
“Kita harus memiliki prioritas yang benar dalam hidup: (1) Allah, (2) Keluarga, baru setelahnya adalah pekerjaan, kesuksesan, kekayaan, dst. Oleh karena itu, lakukan tindakan yang dapat kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah dan dapat kita ceritakan dengan bangga kepada keluarga.” – Paul Ong, CIO, Bentoel Group (a member of British American Tobacco)
"Success in your career requires discipline, hard work, and finding your lifework in the work that you love" -erwin sukianto, president director, SAS indonesia
"There is little success where there is little laughter" - Andrew Carnegie
"Always be learning. find great mentors. build your network." - on lee, CTO, GDP venture
“Honesty and hard work are a formula to sucsess”- Husodo Angkosubroto, Chairman, Gunung Sewu Group

Hal-hal yang saya tangkap dan perlu kita perhatikan, terutama untuk yang masih ada di bangku sekolah maupun kuliah:
  • Diri Sendiri adalah modal awal. Kenali diri kita sendiri. Nilai-nilai yang kamu pegang, kekuatan dan kelemahan, keahlian dan kompetensi.
  • Lingkungan keluarga sebagai lingkungan awal kita belajar. Orang tua menjadi panutan awal bagi anaknya.  
  • Shit happens sometimes, kegagalan bukan menjadi halangan. Kalau kita lihat dari sudut pandang berbeda, dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran yang akan membuat kita bisa “naik kelas”.
  • Keterbatasan ekonomi tak menghalangi kita berprestasi dan mengapai kesuksesan.
  • Pergaulan, pertemanan menjadi lingkungan perkembangan sikap dan sifat kita. Circle of Friends. Pergaulan yang tepat akan terasa manfaatnya nanti, bisa menjadi pendorong kesuksesan kita.

“Hal paling mudah untuk mencermati lingkaran pergaulanmu adalah dengan mengingat “peta pergaulan” masa lalu di sekolah” - Maya Arvini
  • Nama besar kampus tidak menjamin kesuksesan seseorang. Yang penting adalah apa yang kamu lakukan sendiri dengan tiap langkah dalam hidupmu.
  • Kesuksesan seseorang menurut para ahli , berhubungan denga 5 macam kecerdasan: Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Social Quotient (SQ), Adversity Quotient(AQ), dan Creative Quotient (CQ). Tinggi masing-masing kecerdasan berbeda-beda tiap orang, tergantung pada macam-macam faktor.
  • Apapun bakat, passion, dan life interest yang kita miliki, kita mesti mengenalinya sedini mungkin karena hal ini akan membantu kita menemukan arah masa depan yang tepat, dan dapat membuat kita mampu meraih kesuksesan.
  • Orientasi pada proses maupun hasil harus dijalankan secara proposional. Menjalankan proses yang benar tanpa mencapai hasil yang maksimal adalah percuma, begitu pula sebaliknya.
  • Bagi kamu yang memimpikan kesuksesan di usia muda, penting untuk selalu memiliki pola pikiran yang terbuka.
  •  kuasai bidang dan tugasmu sebaik-baiknya, tidak hanya dari apa yang kamu dapatkan di kantor pada jam kerja, tetapi juga dari media massa, pergauulan, mentor, pengalaman pribadi, dan sebagainya di luar jam kerja.
  • do the right thing, do the thing right


INTEGRITAS, KOMPETENSI (SKILL, TALENT), AKUNTABILITAS, PROFESIONALISME, dan LOYALITAS. Kelima hal ini yang perlu kita perhatikan untuk melangkah ke dunia karier profesional dan untuk tetap dapat bertahan di dalamnya.


Sedikit review dan masukan untuk penulis dan penerbit
  • Gaya penulisan terlalu ‘aku-an’, karena memang menceritakan perjalanan karier penulis. Namun terkesan terlalu membanggakan diri.
  • Dari sudut pandang pembaca, terutama saya sebagai mahasiswa yang belum menempuh dunia kerja, pada bab awal memang sangat menarik dan dapat menjadi masukan untuk para siswa dan mahasiswa untuk memulai mengenali dirinya, mengembangkan skill, dan lain sebagainya. Selanjutnya pada bab mengenai dunia kerja, memang diperkenalkan mengenai seluk beluk dunia kerja, namun pembahasan terlalu berat kurang dapat dicerna dengan mudah sehingga beberapa bagian yang kurang menarik untuk dibaca.
  • Gambar ilustrasi yang di dalam buku ini cukup banyak dan sudah mendukung isi tiap bagian pembahasan. Namun porsi tulisan jauh lebih besar dibanding ilustrasi, hal ini dapat membuat pembaca bosan atau jenuh. Sebaiknya porsi ilustrasi dan headline poin-poin penting bisa lebih diperbanyak agar menjadi point of interest dari isi pembahasannya.
  • Terdapat pengulangan gambar ilustrasi pada halaman 19 dan 71, entah itu sengaja atau tidak. Lebih baik jika tidak ada pengulangan, sehingga pembaca mendapat gambaran-gambaran baru ketika membaca dari satu halaman ke halaman selanjutnya.

Sekali lagi, terimakasih untuk Gagas Media dan mbak Maya Arvini. Maaf bila ada salah-salah kata pada tulisan saya ini . Semoga bisa menjadi masukan yang membangun yaa :) Sukses selalu untuk Gagas Media dan Mbak Maya

You Might Also Like

2 comments