Postingan

Rekap Peristiwa Dua Puluh Dua Puluh

Sebuah rekap peristiwa di tahun ini. Ingin rasanya mengabadikannya dalam sebuah tulisan. Sebagai pengingat, karena aku sangat pelupa, dan ingin sekali rasanya di tahun-tahun mendatang aku bisa mengingatnya. Tahun dua ribu dua puluh. Tahun yang sangat absurd. Bertubi-tubi dilanda kesedihan, namun juga banyak yang dipelajari dan didapat. Ada keputusan besar yang akhirnya berani diambil di tahun ini, meski jalan ke depan masih sangat abu-abu. Malam ini masih menulis rekap peristiwa yang ingin aku abadikan. Setelah ini berencana untuk melanjutkan & melengkapi tulisannya. Rekap ini berisi berita-berita nasional dari kaca mataku. Barangkali tidak semua peristiwa tidak aku sebutkan di sini, karena ini adalan peristiwa-peristiwa terpilih yang cukup membuatku terkesan (sedih maupun senang). Terbantu oleh media seperti catch me up & kumparan, untuk mengingatkan beberapa peristiwa yang terjadi. Selain itu juga aku tuliskan rekap peristiwa di kehidupan pribadiku. Terbantu oleh media sosial

Rindu dan Pandemi

Hai. Ini tanggal sembilan belas, bulan dua belas, tahun dua ribu dua puluh. Dini hari. Ingin sekali rasanya menuliskan hal ini. sebelum tahun berganti. Barangkali akan menjadi kenangan di masa-masa mendatang. Tahun ini, dua ribu dua puluh, barangkali merupakan tahun yang sangat berat bagi banyak orang. Pun sejak awal tahun aku merasa banyak sekali peristiwa tak mengenakkan. Banyak kabar buruk dan berita duka yang datang bertubi-tubi, termasuk pandemi. Seperti kebanyakan orang, di awal pemberitaan tentang virus ini di belahan dunia lain, rasa-rasanya tidak mungkin akan separah ini hingga menyebar ke seluruh dunia. Setelah akhirnya memasuki Indonesia, dan beritanya gencar di mana-mana, meski aku merasa ini akan memakan waktu yang sangat lama, tetap saja keadaan ini terasa sangat menyesakkan. Tak dipungkiri banyak hal berubah. Banyak hal yang kini rasanya sangat ingin untuk dilakukan, namun tidak bisa. Untuk kebaikanku, pun untuk kebaikan bersama, untuk orang-orang di sekitarku, terutama

[lirik] Tompi - Cerita Kita

Gambar
  Cerita Kita Tompi Kau sebut cinta Tak mungkin bisa melukai Seperti yakinku  Juga begitu Kau sebut cinta Hanya bisa saling menjaga Menjaga hati Agar bahagia Cinta takkan pernah Sanggup tuk menyakiti Berjalanlah bersamaku Kita tulis cerita Tentang Adam dan Hawa Tentang dua pecinta Pernah kau rasa Gelora yang memuncak Setiap pagi Saat memulai harimu Seindah kulihat kau Menyeduh kopi pagiku Berjalanlah bersamaku Kita tulis cerita Tentang Adam dan Hawa Tentang dua pecinta Hingga nanti tiba masa Semoga Tuhan kan bisa Tak memisahkan kita Satunya di antara Berjalanlah bersamaku Kita tulis cerita Tentang Adam dan Hawa Tentang dua pecinta * Berjalanlah bersamaku Pegang erat hatiku Rangkul erat pundakku Kita terbang bila perlu ** Berjalanlah bersamaku Kita tulis cerita Tentang Adam dan Hawa Tentang dua pecinta Kita tulis cerita Yang indah selamanya Kau dan aku berdua Berdua Kau dan aku selamanya