Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi (?)

jalan kita

Gambar
bukankah jalan kita memang tak selalu lurus bahkan takan selalu mulus mungkin akan kita temukan jalan berliku terkadang terjal ataukan curam akan ada saatnya di mana kita dihadapkan pada sebuah persimpangan di mana kita sama-sama tak tahu  ke mana masing-masing simpang kan bermuara tapi tak ada salahnya kan tuk mencoba salah satunya? pertimbangan tentu kita kan perlu namun tanpa membuang waktu yang diperlu hanya berani juga yakinkan hati tuk menapaki lalu, jalan manakah yangkan kulalui? sedang mana yang kan kau pilih @riskasania dini hari, 190715

biar saja

Gambar
biar saja sebentar lagi karna aku masih ingin nikmati tersandar di atas tanah berumput ini ditemani semilir angin sejukkan diri murni tanpa polusi sayup-sayup terdengar nyaring suara nyanyian alam tak lama kini kurasa ikut terhanyut ke dalamnya melepas penat yang sering terasa @riskasania  240815

Lalu Bagaimana Jika

Gambar
Lalu bagaimana jika, tiba-tiba aku memilih untuk menyerah? Maka seandainya suatu hari nanti, kau dapati aku lelah, kau dapati aku kehilangan arah, kau dapati aku tersandung dan terjatuh. Ingatkan bahwa jalan kita masih panjang, genggam tanganku dan yakinkan aku, bahwa kelelahan ini akan segera berakhir. Itupun bila kau masih ingin berjuang bersamaku. source: http://www.headstartonhealthyliving.com/wp-content/uploads/2014/09/Road-at-the-foot-of-the-hope-in-the-distance-try-hard-1920x1440.jpg

puisi kota ala google

Gambar
*berawal dari twitpic seseorang yang membandingkan googlepuisi jakarta dan semarang, akhirnya saya iseng membuktikannya sendiri di sela sela kesibukan mengerjakan tugas. awalnya miris juga oleh tulisan 'semarang itu dimana' dan setelah mencari kota-kota lain, ternyata nggak cuma semarang kok~ hehe* 

liku air

Gambar
sumber:  http://www.lifestylelift.org/7-ways-drinking-water-helps-you-look-and-feel-younger/ ketika air tak lagi pada wadahnya apakah harus terus aku isi? sedang wadah itu meninggalkan celah kecil yang akan menguras habis lagi isinya. atau apabila air ini terus kau tumpahkan lalu untuk apa aku terus menuangkannya? bukankah air akan terus mengalir? jika tak ada yang mewadahi. maka jangan salahkan bila ia akhirnya menguap dan menggumpal menjadi awan atau bahkan mungkin akan mengalir ke comberan. jadi sekarang kau pilih yang mana? biarkan saja semuanya mengalir seperti air, hentikannya sekarang juga, atau kau punya saran yang lebih baik?

awan mendung

bolehkah aku teriakkan semua rasa kesal semua rasa amarah serta muak yang tertahan? ingin kutumpahkan semua beban yang telah terakumulasi dan menyeruak ini miris rasanya bagai awan mendung yang tengah berebut menurunkan hujan deras tanpa henti

AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Saparji Djoko Damono

hujan

hujan, andai kau tahu perasaan ku kini andai kau dapat mendengar suara hatiku boleh kah aku bertanya sekali ini saja? mengapa kau datang di saat tak tepat di saat tak sedang ku inginkan di saat ku ingin segera pulang di saat ku ingin segera sampai tujuan bukan ku tak suka bukannya ku benci bukannya ku tak inginkanmu ku hanya ingin sedikit saja kau pahami saat ku ingin dipahami (ditulis pada 11 desember 2010)