Postingan

Menampilkan postingan dengan label kamu

jalan kita

Gambar
bukankah jalan kita memang tak selalu lurus bahkan takan selalu mulus mungkin akan kita temukan jalan berliku terkadang terjal ataukan curam akan ada saatnya di mana kita dihadapkan pada sebuah persimpangan di mana kita sama-sama tak tahu  ke mana masing-masing simpang kan bermuara tapi tak ada salahnya kan tuk mencoba salah satunya? pertimbangan tentu kita kan perlu namun tanpa membuang waktu yang diperlu hanya berani juga yakinkan hati tuk menapaki lalu, jalan manakah yangkan kulalui? sedang mana yang kan kau pilih @riskasania dini hari, 190715

Dua Puluh Tiga

Gambar
Selamat Datang di Geng Dua Puluh Tiga. Sebenernya nggak berniat bikin postingan tentang ulang tahun sih. Tapi berhubung kali ini luar biasa, perasaanku campur aduk, jadi sepertinya harus diabadikan dalam tulisan. hehehe. Dimulai dari malam sebelum berganti hari, tiba-tiba ada pesan dari seseorang (yang tidak perlu saya sebutkan di sini), yang langsung bikin moodku hancur, dan nggak nyangka juga bakal pecah sampe nangis semaleman. dasar riska cengeng. apaan sih pake nangis gitu. lebay. biasanya juga nggak nanggepin. yaudahlah gitu. mungkin malem itu udah puncak pikiranku tentang itu, jadi sensi, jadi pecah, padahal ya mungkin niatan beliau baik, kan buat kebaikan aku juga. nggak perlu diceritain di sini lah ya itu tentang apa, merusak mood nulisku ntar. haha. Lalu lanjut di hari H, seperti biasa, dapet ucapan di grup line HULA, OBG, sama beberapa anak di grup Olim. Terima kasih semuanyaaaah. Ohiya, sama dapet ucapan juga dari anak-anak kantor. Laras sama Cik Tep nyadar mataku ben...

Maaf dan Terima Kasih

Maaf untuk kata maaf juga terima kasih yang tak pernah terucap. Maaf untuk alasan yang tak pernah terungkap. Untukku, ini terlalu cepat. Tiga puluh lima hari yang berlalu, tak cukup untuk mengenal satu sama lain. Bahkan menurutku itu hanya perasaan sementara saja. Hanya karena seringnya bertemu, dan memang hanya ada aku di saat itu. Dan setelah itu akan lenyap saat sudah jarang bertemu. Terima kasih atas semua kebaikan, perhatian, dan perjuanganmu. Bahkan mungkin belum sempat terucap kata terima kasih untukmu. Maaf untuk jawaban yang kutunda hingga hari terakhir, karena ketidakinginanku merusak suasana. Dan mungkin menggantungkanmu. Maaf tak menganggapmu lebih Kata mereka, nyaman saja belum cukup. Sekali lagi, maaf dan terima kasih untuk semuanya. Semoga tak ada sakit hati di antara kita. Sekarang kau sudah bersama yang lain kan? Berbahagialah.