[Review] Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai

22.02.00

SENJA, HUJAN, & CERITA Yang Telah Usai



Penulis: Boy Candra
Penerbit: Media Kita
Tahun Terbit: 2015
Buku Nonfiksi

Bermula dari ajakan teman untuk berkunjung ke toko buku. Seperti biasa, kami screening buku-buku yang ada baik yang baru terbit maupun yang sudah lama. Tiba-tiba menemukan buku ini di salah satu rak, dan langsung jatuh hati pada judulnya. "Menarik," batinku. Juga tertarik pada kutipan yang tertulis di cover belakang berikut:
"Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang."
"Katakan kepada masa lalu: kita adalah cerita yang telah usai."

Buku ini berisi tulisan-tulisan perasaan penulis berdasar kisah nyatanya. Tentang kenangan.
Berikut ini, beberapa kutipan kalimat yang aku suka.

"Sebab, kini kamu telah denganku. Kenangan lalu biarlah sebagai masa lalu."

"Kepada kamu yang mengajak aku tenggelam dalam kebersamaan.Jangan biarkan aku nyaman, jika pada akhirnya perasaan sayang hanya sebatas angan-angan. Kepada kamu yang betah berlama-lama tanpa merasa apa-apa. Angkatlah langkah sebelum terlanjur membuat hatiku patah dalam cinta yang salah."

"Dua orang yang saling mencintai adalah dua orang yang saling berjuang untuk kebahagiaan bersama, bukan yang hanya menunggu dan menuntut dibahagiakan."

"Ingatlah bahwa ada bahagia yang harus kita jaga. Sebab, setelah kelelahan panjang ini, kita akan kembali mengerti, bahwa kita diciptakan untuk bersama, bukan untuk berpisah pada ujungnya."

"Kelak, pada senja-senja yang tak lagi sepi, kamu adalah seseorang yang kupeluk erat sepenuh hati. Tidak akan ada lagi jarak yang menakut-nakuti. Bila saat itu tiba, aku berharap waktu tetap saja melambat bersama kita. Agar aku bisa menatap matamu berlama-lama. Agar aku bisa menikmati senja, juga hujan-hujan yang pernah membuatku merindu buta. Semoga segala hal yang kita jalani kini. Seberat apa pun usaha menjaga hati. Tidak hanya menjadi lelah yang tak berarti."

"Bersamamu, tentu tidak mungkin sempurna. Namun, kita bisa membuat warna-warni. Barangkali tak secantik pelangi selepas hujan. Atau, seindah langit senja yang dilepaskan ingatan. Namun, kita bisa saling mengusir sepi. Menjadikan asmara berapi-api. Denganmu, hujan dan senja bahkan tidak lagi menjadi hal yang perlu. Sebab, di matamu aku sudah menemukan apa saja yang aku rasa perlu."

Boy Candra, penyuka senja, hujan dan kenangan. Bisa juga buka blognya di http://rasalelaki.blogspot.co.id/ 

You Might Also Like

3 comments

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus