Postingan

blog obg

Gambar
barusan aku buka blog obg lagi. ini nih blognya --> i nnocentpeople.multiply.com  . yang mau ngliat monggo. hahaha :p dan aku menyadari bahwa  itu sudah lama sekali dan aku tidak pernah menulis apapun di dalamnya. mungkin aku cuma pernah nulis komen, dan entah itu di bagian mananya. hahaha. kalo diperhatiin, emang tulisannya rada-rada kan? haha. ya begitulah kami. selalu gaje alias ng ga k je las. ini aku ambil foto-foto yang ada di blog itu, sekalian buat mengenang masa-masa kejayaan kita :p hahaha ini foto di Masjid Al-Azhar ini juga di Masjid Al-Azhar. haduh, parah yak kita. hahaha ini dini, fada, alep pake frame lubang dinding di Masjid Al-Azhar :p ini jaman kapan yak? ahhaha. kita imut-imut kaaan :D \ wakakak. ini lagi ngapain yak? ini di lapangan sepak bola sebelah masjid suhanallah nemu fotoku yang agak bagusan. ahhaha. tahun 2005, berarti masih kelas 7 ya? ini aleeeep. lucu fotonya (bukan orangnya hlo #eh :p ) ini ...

OBG

Aku kemarin utang cerita tentang OBG kan ya. hehe. Jadi, begini ceritanya ... OBG itu singkatan dari Oma Bin Grandma. OBG adalah sekumpulan anak polos dan imut yang sampe sekarang masih berwajah imut-imut kok (*hehe) . Yang termasuk di dalamnya, kebetulan merupakan anak-anak cewek yang merupakan alumni SDI dan SMPI Al-Azhar 14 Semarang. OBG terbentuk di saat kami menempuh jenjang SMP awal kelas 1 (atau kelas 7). Ide dibentuknya OBG ini adalah atas ide salah satu dari kami, yaitu Dini. (*sebenernya aku juga lupa cerita ide awalnya gimana, yang pasti ide ini udah diomongin duluan sama Dini, Fada dan Ausi, kalo tidak salah.) Awalnya, OBG hanya beranggotakan 4 anak yang saat itu merupakan teman sekelas, 7A, yaitu 1. Zahrina Zatadini, atau yang biasa dipanggil Dini, 2. Intifada, atau yang biasa dipanggil Fada, 3. Hardaning Aussiea Maranta, atau yang biasa dipanggil Ausi, 4. dan aku sendiri, Riska Sania Nurul Afifah. Namun kemudian, saat kelas 8 (*atau kelas 9 ya? hehe, lupa, m...

AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Saparji Djoko Damono