Rekap Peristiwa Dua Puluh Dua Puluh

Sebuah rekap peristiwa di tahun ini. Ingin rasanya mengabadikannya dalam sebuah tulisan. Sebagai pengingat, karena aku sangat pelupa, dan ingin sekali rasanya di tahun-tahun mendatang aku bisa mengingatnya.

Tahun dua ribu dua puluh. Tahun yang sangat absurd. Bertubi-tubi dilanda kesedihan, namun juga banyak yang dipelajari dan didapat. Ada keputusan besar yang akhirnya berani diambil di tahun ini, meski jalan ke depan masih sangat abu-abu.

Malam ini masih menulis rekap peristiwa yang ingin aku abadikan. Setelah ini berencana untuk melanjutkan & melengkapi tulisannya. Rekap ini berisi berita-berita nasional dari kaca mataku. Barangkali tidak semua peristiwa tidak aku sebutkan di sini, karena ini adalan peristiwa-peristiwa terpilih yang cukup membuatku terkesan (sedih maupun senang). Terbantu oleh media seperti catch me up & kumparan, untuk mengingatkan beberapa peristiwa yang terjadi. Selain itu juga aku tuliskan rekap peristiwa di kehidupan pribadiku. Terbantu oleh media sosialku (twitter dan instagram) untuk membantuku mengingatnya.


Bulan Januari 

Dibuka dengan banjir Jakarta dan beberapa wilayah lain di Indonesia di hari pertama di tahun baru 2020, karena hujan deras sepanjang malam tahun baru. Sebuah pembuka tahun yang sangat menyedihkan buatku. Meskipun bukan aku sendiri yang mengalami, tapi aku bisa merasakan betapa menyedihkannya bencana banjir bagi para korban karena beberapa kali sempat mengalami.

Yang patut diapresiasi dari peristiwa banjir Jakarta ini, aku merasakan semangat gotong royong dari masyarakat untuk membantu para korban dari berbagai kalangan. Mulai dari penggalangan donasi, hingga pendirian posko-posko bantuan. Meskipun aku hanya memantau via berita dan twitter, aku cukup terkesan.

Sembilan belas Januari, Indonesia menjadi juara umum Indonesia Master 2020. Minion (Kevin & Marcus) menjadi juara di sektor ganda putra, Ginting di sektor tunggal putra, dan Greysia Polii & Apriani di sektor ganda putri. Kemenangan ini setidaknya memberikan sedikit kebahagiaan di bulan pertama tahun ini.

Di bulan Januari, WHO sudah menyatakan covid sudah dalam level kewaspadaan tinggi, karena sudah mulai menular ke negara-negara lain selain China. Di Indonesia masih sangat santai, barangkali hanya mendengar atau membaca beritanya dari berbagai media.


Bulan Februari

Empat Februari 2020. Ternyata mangkang kebanjiran lagi sore itu. Pertama kali tau gara-gara tiba-tiba ada temen yang ngasi tau, terus cek akun ig indokejadiansemarang, ternyata banjirnya gede. sempet ada video yang merekam di jalan raya deket rumah. Plus nggak lama bapak telpon, ngabari kalo banjir, meskipun suaranya putus-putus. Dalem rumah kemasukan dikit banget, tapi tetep aja yang bikin males dari banjir adalah ngebersihinnya. Apalagi banjir di mangkang kan bawa lumpur, jadi pasti ada bekasnya yang harus dibersihin.

Selain itu, yang bisa di highlight di bulan lain adalah kemenangan lain Greysia & Apriani di Spain Master Super 300. Meskipun ini pertandingan ini bukan pertandingan level atas, setidaknya bisa menjadi penyegar untuk sektor ganda putri kita yang akhirnya mendapat dua gelar berturut-turut di tahun ini.


Bulan Maret

Dua Maret dua ribu dua puluh. Kasus covid pertama di Indonesia yang diumumkan Bapak Presiden kita. Tidak kaget, bahkan sempat merasa nggak mungkin belum ada satupun kasus di Indonesia. Jangan-jangan udah ada tapi belum terdeteksi. Di awal kasus ini, seingatku pemerintah dan masyarakat masih santai menanggapi kasus ini.

Awal maret, ada demo para buruh menolak Omnibus Law. Sedikit ngganjel karena mereka melaksanakan demo di tengah pandemi. Dan mengingat kejadian demo Oktober 2019, lumayan menyesakkan.

Lima belas Maret 2020, berita menyenangkan datang sari pasangan Praveen Jordan & Melati Daeva Oktavianti yang berhasil menyabet emas All England 2020. Bangga banget sama mereka. Beberapa pertandingan terakhir bisa juara, terutama di pertandingan tur Eropa. Untuk Minion sayangnya harus puas menjadi runner up, kalah dari musuh terkuat mereka saat ini, Yuta/Endo. Meskipun kalah, cukup banyak perkembangan yang bisa dilihat dari pertemuan-pertemuan mereka sebelumnya. Di pertandingan ini mereka hanya selisih dua poin. Emang agak nyesek, tapi ku tetap bangga mereka 👌💗

Dua puluh tujuh Maret. Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia, (Alm) Ahmad Djuhara, meninggal dunia. Pertama kali tau dari ig story anaknya, Fikra Djuhara. Cukup membuat kaget dan ikut merasakan duka mendalam. Meski belum pernah mengenal lebih dekat, tapi aku tau beliau orang baik.

Minggu-minggu akhir bulan Maret mulai banyak berita kelangkaan masker dan hand sanitizer karena panic buying warga. Bahkan berbagai rumah sakit di Indonesia menyebarkan poster ataupun info kebutuhan mereka akan APD, selain masker & hand sanitizer. Mulai banyak gerakan inisiatif warga untuk melawan corona, juga penggalangan donasi untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.

Yang patut dibanggakan dari masyarakat Indonesia, semangat gotong-royong, saling membantu antar sesama yang sangat terasa di aksi-aksi penggalangan dana untuk APD ini. Barangkali ada sedikit kekecewaan akan pemerintah yang tidak bisa memenuhi. Namun gerakan ini memberiku kehangatan di tengah krisis yang terjadi.


Bulan April

1 April mulai PSBB di Jakarta

8 April Glenn Fredly meninggal


Mei

5 Mei Didi Kempot meninggal

18 Mei Owi retire

- New normal

- coba crochet pertama kali

24 Mei Lebaran tanpa berkunjung ke sodara-sodara


Juni

- lagu Lathi booming world wide

- memulai membiasakan diri mencatat pengeluaran, meskipun sering skip kelupaam


Juli

19 Juli Sapardi Djoko Damono meninggal


Agustus

- ausi nikah, tp bisanya dateng h-1

- Gedung Kejaksaan Agung terbakar

- Film pendek Tilik tiba-tiba booming

- dimarahin & detlen yang sia-sia


September

- memberanikan diri untuk mengajukan resign

- kumori resmi lauching instagram


Oktober

- UU Ciptaker disahkan

- Demo UU Ciptaker


November

- bulan terakhir kerja di mantan kantor


Desember

- pertama kali panen kompos

- Ario Andito (Studio SAE)  meninggal


(belum selesai ditulis, ngumpulin mood buat nulis kenapa susah sih)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Senja, Hujan, dan Cerita Yang Telah Usai

Nama Panggilan

[lyric] Desmond Amos ft. Teza Sumendra - The Way I Do